Oct. 29, 2024, 4:39 a.m.
Dalam dunia kesehatan, keselamatan pasien adalah tanggung jawab utama bagi setiap klinik. Klinik yang mengutamakan keselamatan pasien akan memiliki keunggulan yang signifikan dan berpeluang mencapai kesuksesan jangka panjang. Mengapa? Karena, ketika klinik menjadikan keselamatan pasien sebagai prioritas, klinik tidak hanya berkontribusi pada kesejahteraan individu pasien tetapi juga berkontribusi pada kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Teorinya memang terkesan mudah, namun fakta dilapangan mengatakan keselamatan pasien masih menjadi tantangan serius bagi banyak pebisnis klinik. Salah satu resiko bila klinik mengabaikan aspek keselamatan pasien adalah runtuhnya reputasi klinik.
Klinik yang terakreditasi biasanya memiliki sistem yang kuat untuk memastikan pasien menerima pelayanan terbaik dan terhindar dari risiko yang bisa membahayakan kesehatan mereka. Untuk mencapai standar ini, implementasi sistem klinik adalah kuncinya. Sistem klinik bukan hanya sekadar mengatur pengelolaan data medis, tetapi juga menjadi teknologi yang berperan besar dalam melindungi dan meningkatkan keselamatan pasien. Contoh teknologi yang dipakai dalam sistem klinik berupa rekam medis elektronik (EMR) yang berperan mempercepat proses akses data pasien yang dilakukan tenaga medis secara akurat.
Mari kita bahas lebih lanjut, mengapa sistem klinik mendukung keselamatan pasien dan menjadi strategi yang tepat bagi klinik modern.
Alasan pertama mungkin terdengar klise, namun sistem klinik yang baik memang wajib memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan spesifik. SOP yang telah tersusun menjadi pedoman kerja bagi perawat dan dokter yang bekerja di klinik. Kepatuhan terhadap arahan SOP akan meminimalkan kesalahan dalam tindakan medis. Tindakan medis yang dimaksud seperti, prosedur alur antrian pasien, penggunaan asuransi hingga pemberian obat. Perlu dicatat, SOP harus diperbarui secara berkala sesuai dengan perkembangan terbaru dalam ilmu kedokteran ya!
Pengawasan pemberian obat bertujuan untuk memastikan bahwa obat yang diberikan kepada pasien telah aman, dan sesuai dengan kebutuhan medis pasien. Terkadang, medical error muncul dalam proses pemberian obat yang berimbas pada keselamatan pasien. Oleh karena itu, klinik dan rumah sakit perlu memberlakukan sistem klinik sebagai layanan pemantau obat, seperti stok obat, termasuk efek samping, dan interaksi obat kepada pasien. Selain itu, daftar alergi pasien juga perlu disesuaikan untuk mencegah reaksi alergi pasien terhadap obat. Dengan demikian, sistem klinik sangat berperan dalam pelayanan farmasi klinik sebagai pembuat keputusan profesional dalam pemberian obat.
Komunikasi yang baik antar tim medis adalah kunci dalam memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai kondisi pasien, rencana perawatan, dan tindakan yang harus diambil. Miskomunikasi sangat rawan terjadi ketika informasi medis tidak tersedia secara real time saat waktunya handoff (pergantian shift). Oleh sebab itu, klinik perlu sistem klinik yang menyediakan kerangka komunikasi terstruktur, seperti metode SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation). Metode SBAR sudah sangat familiar dalam lingkup fasilitas kesehatan. Metode SBAR dalam sistem klinik berperan sebagai SOP dalam menyampaikan informasi medis secara sistematis. Dengan metode SBAR, setiap anggota tim dapat dengan mudah memahami kondisi pasien dan tindakan yang diperlukan.
Eramedix sebagai penyedia sistem klinik modern, menyediakan teknologi untuk memastikan keselamatan pasien secara optimal. Sistem klinik Eramedix yang telah terintegrasi dengan SatuSehat, menyediakan solusi pencatatan riwayat medis, hingga solusi antrian pasien yang efisien . Eramedix pilihan tepat klinik modern yang mengutamakan keselamatan pasien. Tertarik? Coba Sekarang!