Dec. 24, 2024, 7:08 a.m.
Ketika mendengar istilah operasi plastik, banyak orang langsung mengasosiasikannya dengan prosedur untuk mempercantik diri. Namun, fakta medis menunjukkan bahwa operasi plastik memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar urusan estetika. Dalam prosedur medis, operasi plastik sering dilakukan untuk tujuan rekonstruksi, memperbaiki fungsi tubuh, atau menangani kondisi kesehatan tertentu. Mari kita kupas fakta medis tentang operasi plastik dan mengapa operasi plastik bukan selalu tentang kecantikan.
Operasi plastik adalah cabang medis yang berfokus pada rekonstruksi, perbaikan, atau pengubahan bagian tubuh manusia. Bidang ini terbagi menjadi dua kategori utama:
Operasi plastik tidak selalu tentang tampilan, tetapi juga tentang menyelamatkan fungsi. Contohnya, rhinoplasty medis untuk memperbaiki masalah pernapasan akibat septum hidung yang bengkok dan operasi tangan untuk mengatasi sindrom terowongan karpal (carpal tunnel syndrome) yang menyebabkan mati rasa atau nyeri.
Pasien yang mengalami luka bakar parah, kecelakaan, atau trauma fisik akan membutuhkan operasi plastik untuk memulihkan struktur tubuh yang rusak. Prosedur ini membantu mereka mendapatkan kembali fungsi tubuh yang optimal sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
Banyak kelainan bawaan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang dapat diperbaiki melalui operasi plastik, seperti bibir sumbing dan langit-langit mulut, kelainan bentuk telinga (microtia), sampai kelainan bentuk kaki atau tangan.
Setelah menjalani perawatan penyakit serius seperti kanker, pasien cenderung membutuhkan operasi plastik untuk memperbaiki bentuk tubuh akibat dari pengobatan. Contohnya, rekonstruksi payudara pasca-mastektomi tidak hanya berfungsi estetika, tetapi juga memberikan efek psikologis positif bagi pasien.
Operasi plastik rekonstruksi juga sangat berperan dalam mengurangi dampak psikologis akibat stigma sosial, seperti pada pasien dengan bekas luka bakar atau kelainan bentuk tubuh. Hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan.
Salah satu alasan utama kesalahpahaman tentang operasi plastik adalah akibat representasi media. Banyak cerita di media yang menyoroti operasi plastik yang dilakukan selebriti hanya sebatas transformasi estetika, sehingga publik cenderung mengabaikan sisi medisnya. Selain itu, istilah "plastik" sering kali dikaitkan dengan sesuatu yang artifisial (palsu), padahal sebenarnya istilah ini berasal dari kata Yunani plastikos, yang berarti "membentuk atau membentuk ulang".
Tanamkan bahwa operasi plastik lebih dari sekadar prosedur kecantikan, melainkan cabang medis yang memiliki dampak besar dalam meningkatkan fungsi tubuh dan memperbaiki kerusakan tubuh pasien. Operasi plastik justru menjadi solusi medis yang memberikan harapan baru bagi banyak pasien. Sekarang, mari kita hargai peran penting operasi plastik dalam dunia medis, bukan hanya sebagai simbol kecantikan, tetapi juga sebagai sarana penyelamat kehidupan.