Loading...
4 Sumber Masalah Membuat Klinik Bangkrut

Oct. 22, 2024, 4 a.m.

4 Sumber Masalah Membuat Klinik Bangkrut

Mengelola sebuah klinik mandiri bukanlah tugas yang mudah, apa lagi bagi klinik baru. Selain berkewajiban melayani pasien dengan fasilitas yang berkualitas, pemilik klinik juga harus memastikan keuangan klinik tetap sehat dan operasional berjalan dengan lancar. Pada klinik baru, mengelola klinik dengan sumber daya yang masih sedikit akan lebih menantang, karena pemilik klinik harus menghadapi permasalahan operasional klinik yang rumit. Di banyak kasus, orang cenderung sangat sensitif dengan masalah yang langsung berdampak saat itu juga. Faktanya, ada beberapa sumber masalah yang sering kali dianggap sepele dan diabaikan oleh pemilik klinik, padahal jika dibiarkan terus-menerus masalah ini bisa berpengaruh buruk terhadap kelangsungan bisnis dan kualitas pelayanan klinik. Ketidakpekaan yang terbentuk adalah sinyal ketidakmampuan klinik mengatasi masalah yang terlanjur besar, lalu gagal bertahan, hingga akhirnya bangkrut.

Sebelum kebangkrutan terjadi di klinik Anda, mari kita bahas 4 sumber masalah utama yang membuat klinik bangkrut : 

1. Proses registrasi rumit

Proses registrasi yang rumit merujuk kepada prosedur pendaftaran pasien yang tidak efisien. Mengapa bisa terjadi? Pasien tunggal yang datang seorang diri lalu diminta mengisi terlalu banyak formulir tentu membuat proses berobat menjadi melelahkan. Beberapa pasien bisa terkena frustasi ketika waktu tunggu yang harus ditempuh terlalu lama. Klinik mandiri yang baru beroperasi biasanya masih menggunakan sistem manual dalam mengelola data pasien, dan rekam medis. Mereka enggan langsung berinvestasi pada software klinik karena merasa biaya investasi terlalu mahal atau terlalu rumit. Padahal, penggunaan sistem manual tidak hanya menghabiskan banyak waktu, tetapi juga meningkatkan risiko kesalahan manusia yang bisa berdampak serius terhadap pelayanan klinik. 

Berinvestasi pada software manajemen klinik yang lengkap dengan fitur seperti rekam medis elektronik (EMR), manajemen stok, dan penjadwalan pasien. Teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi kesalahan yang sering terjadi dalam pengelolaan klinik secara manual.

2. Manajemen apotek asal

Masalah lain yang sering disepelekan adalah manajemen stok obat. Stok obat yang tidak diatur dengan baik berpotensi menyebabkan kehabisan obat penting atau menumpuknya obat yang jarang digunakan, hingga akhirnya kadaluarsa. Obat dengan brand terkenal biasanya cepat laku, oleh karena itu sangat disarankan agar klinik mengadopsi software manajemen stok obat untuk memonitor ketersediaan obat secara real-time sehingga obat yang dibutuhkan selalu tersedia.

Pemilihan distributor dalam pengadaan obat dan alat kesehatan juga perlu dilakukan dengan hati-hati. Distributor yang tidak bertanggung jawab tidak peduli akan mutu produk yang dijual.  Ketika pengadaan obat di suplai dari distributor yang curang, bersiaplah untuk menanggung kerugian finansial serta hancurnya kepercayaan pasien.

3. Kehilangan data pasien

File yang dibiarkan menumpuk pada klinik yang masih melakukan pencatatan manual sangat rentan hilang. Kehilangan data pasien merujuk kepada situasi file riwayat medis, hasil pemeriksaan, atau data administrasi pasien rusak, tidak dapat diakses atau hilang sepenuhnya. Jika hal ini terjadi, tenaga medis bisa saja keliru dalam mendiagnosis, salah meresepkan obat, hingga terlambat dalam melakukan perawatan. Hilangnya data pasien juga menimbulkan kerugian hukum, misalnya data rekam medis yang hilang diperlukan untuk kepentingan asuransi.

4. Mengabaikan feedback pasien

Klinik yang memiliki durasi operasional yang panjang cenderung mengabaikan feedback atau keluhan pasien, baik yang disampaikan langsung maupun melalui ulasan online. Sikap pemilik klinik yang selalu meremehkan keluhan kecil dapat berdampak buruk pada citra klinik. Fikirkanlah kembali bahwa keluhan juga ulasan negatif yang menyebar di media sosial akan mempengaruhi loyalitas pasien.

Sebaiknya Anda aktif mendengarkan feedback pasien dan mengambil tindakan yang tepat untuk memperbaiki setiap keluhan yang diutarakan. Selain itu, jangan ragu untuk meminta review positif dari pasien yang merasa puas dengan pelayanan klinik, karena review positif membantu meningkatkan citra klinik di mata calon pasien.

Demikian 4 sumber masalah klinik yang sering dianggap sepele oleh pemilik klinik, yang jika dibiarkan bisa berdampak pada kebangkrutan klinik. Pemilik klinik yang mampu melihat dan mengatasi sumber masalah akan memiliki keunggulan tersendiri dalam menarik pasien, mempertahankan pasien, serta menjaga keberlangsungan bisnis klinik dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, tetaplah proaktif untuk menjaga kesehatan bisnis Anda di tengah persaingan yang semakin ketat.